Sebagian besar dari Anda mungkin tidak
terlalu memperhatikan dari mana listrik itu berasal, yang Anda ketahui hanya
pasokan listrik yang melimpah ditempat Anda tinggal, walaupun sebenarnya di
daerah lain di Indonesia masih kerap kali terjadi pemadaman listrik, bahkan ada
daerah yang belum teraliri listrik sama sekali. Saat ini manusia masih
mengandalkan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utamanya, padahal menurut
perkiraan pada akhir abad ini cadangan minyak diseluruh dunia
akan habis. Itu
artinya manusia harus terus berinovasi untuk mencari sumber daya yang lainnya.
Energi terbarukan dari tenaga surya sendiri sudah mulai
diaplikasikan di Indonesia, walaupun belum dalam kapasitas yang besar, namun
untuk hal-hal kecil sudah mulai diaplikasikan seperti lampu jalan, lampu
emergency, lampu lalu lintas, kendaraan bermotor roda empat dan lain
sebagainya. Berbeda dengan negara lain yang sudah menjadikan panas matahari
sebagi pembangkit listrik sekala besar. Sebenarnya cara kerja pembangkit
listrik tenaga surya ini cukup simple, komponen utama dari pembangkit listrik
ini selain panas matahari ialah sel foltovotaik. Sel ini berfungsi untuk
menangkap panas matahari, untuk kemudian diubah menjadi energi listrik.
Pembangkit listrik ini diklaim paling ramah lingkungan dan paling murah, karena
hampir tidak mengeluarkan polusi atau limbah lainnya.
Sebenarnya cara kerja pembangkit listrik
tenaga surya cukup sederhana. Pembangkit listrik tenaga matahari menghasilkan
listrik tidak langsung, dimana panas dari cahaya matahari akan ditangkap oleh
sel-sel foltovotaik lalu panas matahari tersebut digunakan untuk memanaskan
cairan yang selanjutnya menjadi uap yang dihasilkan akan dipanaskan oleh sebuah
generator yang menghasilkan listrik. Prinsip ini hampir sama dengan cara kerja
pembakaran bahan bakar fosil dalam pengolahannya, bedanya uap yang dihasilkan
bukan dari pembakaran minyak fosil, melainkan dari cahaya matahari. Demikian
pembahasan dalam artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar